Prediksi Pertandingan Inggris vs Wales Piala Eropa 16 Juni 2016

Sebuah laga yang sudah dinanti-nanti banyak orang, terutama dari ranah Britania Raya kala Inggris bentrok dengan Wales yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis (Lens) pada 16 Juni 2016. Rekor pertemuan pun berpihak pada Inggris, dimana dari lima laga mereka menang empat kali dan sekali imbang.

Inggris

The Three Lions tengah mengusung misi balas dendam setelah pada laga pertamanya bermain seri 1-1 dengan Rusia. Kemungkinan besar manajer Roy Hodgson akan menurunkan Jamie Vardy sebagai ujung tombak menggantikan Harry Kane yang kurang impresif disokong Wayne Rooney, Adam Lallana dan Raheem Sterling.

Wales

Bermodalkan kemenangan di partai pertamanya, Wales pede bisa mengalahkan Inggris sekaligus mendekatkan mereka ke gerbang kelolosan dari fase grup. Sejumlah bintang macam Gareth Bale dan Aaron Ramsey bakal kembali diandalkan untuk menggedor lini belakang Inggris.

Head To Head Inggris vs Wales :
07/09/11 Inggris 1 – 0 Wales (Kualifikasi Euro)
26/03/11 Wales 0 – 2 Inggris (Kualifikasi Euro)
03/09/05 Wales 0 – 1 Inggris (Kualifikasi Piala Dunia)
09/10/04 Inggris 2 – 0 Wales (Kualifikasi Piala Dunia)
24/01/73 Inggris 1 – 1 Wales (Kualifikasi Piala Dunia)

Lima Pertandingan Terakhir Inggris :
30/03/16 Inggris 1 – 2 Belanda (Uji Coba)
22/05/16 Inggris 2 – 1 Turki (Uji Coba)
28/05/16 Inggris 2 – 1 Australia (Uji Coba)
03/06/16 Inggris 1 – 0 Portugal (Uji Coba)
12/06/16 Inggris 1 – 1 Rusia (Euro 2016)

Lima Pertandingan Terakhir Wales :
14/11/15 Wales 2 – 3 Belanda (Uji Coba)
25/03/16 Wales 1 – 1 Irlandia Utara (Uji Coba)
29/03/16 Ukraina 1 – 0 Wales (Uji Coba)
05/06/16 Swedia 3 – 0 Wales (Uji Coba)
11/06/16 Wales 2 – 1 Slovakia (Euro 2016)

Prediksi Inggris vs Wales, Susunan Pemain :

Inggris : Hart; Rose, Smalling, Cahill, Walker; Rooney, Dier; Sterling, Alli, Lallana; Kane

Wales : Hennesey; Davies, Williams, Chester; Taylor, Ramsey, Vaughan, Allen, Gunter; Bale, Robson Kanu

Prediksi Skor Inggris vs Wales Piala Eropa 16 Juni 2016 : 1 – 1

Motta Kaget Dengar Kabar PSG Pecat Blanc

Muncul berita bahwa Laurent Blanc akan didepak oleh Paris St-Germain dan digantikan oleh Unai Emery. Berita ini membuat sang gelandang, Thiago Motta, terkejut bukan main.

Blanc memang sukses mengantarkan PSG meraih tiga gelar domestik musim ini usai yakni trofi Ligue 1, Piala Liga Prancis, dan Piala Prancis.

Akan tetapi nasib Blanc rupanya terus saja dispekulasikan, bahkan usai kontrak pelatih asal Prancis itu diperpanjang beberapa bulan lalu. Adalah ketidakmampuan Les Parisiens bertarung di kancah Eropa sebagai penyebab utama.

Di empat tahun belakangan, paling jauh PSG hanya mencapai perempatfinal padahal mereka bernafsu untuk menjuarai Liga Champions. Dengan sederet pemain kelas wahid dan finansial melimpah, trofi Liga Champions adalah sesuatu yang wajar.

Oleh karena itu PSG masih berburu pelatih yang diyakini bisa mengantarkan klub itu berjaya di Benua Biru. Dan Emery yang baru saja mengundurkan diri dari Sevilla jadi bidikan utama PSG.

Kabarnya Emery sudah digoda secara intens oleh kubu PSG untuk dibawa ke Parc des Princes musim depan. Bisa jadi PSG berminat pada Emery lantara Sevilla yang bisa dibilang klub biasa, berhasil dia bawa juara Liga Europa tiga tahun berturut-turut.

Saat isu itu ditanyakan kepada penggawa PSG, Thiago Motta, dia pun mengaku terkejut.

“Rasanya tidak bisa dipercaya mendengar kabar itu, khususnya setelah kami menjuarai delapan gelar bersamanya di dua tahun terakhir,” ujar Motta usai laga Belgia kontra Italia di Grup E Piala Eropa 2016.

“Saya tak memiliki banyak waktu untuk mengetahui yang terjadi di Paris, saya masih berjuang keras disini (bersama timnas Italia). Saya fokus dengan apa yang terjadi di sini,” sambungnya seperti dikutip Soccerway.

Carlos Dunga Tak Takut Dipecat

Hasil negatif dialami Brasil pada Copa America Centenario sehingga posisi Carlos Dunga sebagai pelatih terancam. Namun Dunga mengaku tak cemas sama sekali.

Manajer 52 tahun tersebut didapuk sebagai juru taktik Tim Samba menggantikan Luiz Felipe Scolari selepas Piala Dunia 2014. Dalam periode keduanya ini, Dunga cuma bisa membawa Brasil mencapai babak perempatfinal Copa America 2015, kompetisi besar pertamanya.

Akan tetapi di turnamen Copa America Centenario hasil lebih buruk justru didapat Dani Alves dan kawan-kawan. Brasil menderita kekalahan kontroversial 0-1 di tangan Peru, membuat mereka terdepak karena cuma finis posisi ketiga Grup B di belakang Peru dan Ekuador.

Itu adalah kali pertama Brasil terdepak di fase awal Copa America sejak format baru dan mengulang hasil yang sama di turnamen tahun 1987.

Sekarang pun Dunga dihadapkan pada ancaman pemecatan. Pasalnya, pemenang Piala Dunia 1994 dan Copa America dua kali itu betul-betul diharap mampu membangkitkan prestasi Brasil yang anjlok dalam beberapa tahun belakangan.

“Saya cuma takut mati, saya sama sekali tak takut dengan itu (dipecat),” sahut Dunga, ketika ditanya apakah dia takut kehilangan pekerjaannya usai Brasil tersingkir.

“Presiden tahu apa yang tengah kami bangun, apa yang kami lakukan dan tahu seberapa besar tekanannya, dan kami tahu jika pekerjaan selalu dibarengi dengan kritik,” lanjut dia, yang diwartakan Reuters.

“Saat anda bekerja untuk tim nasional Brasil, anda harus sadar bila kritik tidak akan berhenti saat anda mendapat hasil negatif namun secara internal, kami tahu apa yang sedang kami lakukan,” cetus dia.

Dunga sempat mencapai keberhasilan di periode perdana melatih Seleccao pada 2006-2010. Brasil memenangi turnamen Copa America 2007 dan Piala Konfederasi 2009.

MELACAK YANG “TER” DI EURO 2016

Prediksi raja gol, pemain terbaik, tim terbaik, pelatih terbaik memang topik topik yang menarik diperbincangkan
jelang Piala Euro putaran final. Namun mengupas sisi “ter” yang lain dari segi aspek pemain nampaknya tidak
kalah menarik untuk dibahas.

Laga antar bintang dalam ajang Piala bergengsi ini menampilkan beragam pemain individual yang unik dan memiliki spesifikasi kelebihan dan kekurangan masing masing. Terbersitkah dalam pikiran kita siapa pemain
“termuda”, “tertua”, “tertinggi”, “terpendek” dalam Piala Euro 2016? Mengupas ini akan menjadi bahasan menarik yang unik dan sedikit menghibur. Berikut sajian data statistik predikat “TER” yang akan dikupas :
1. “TER”MUDA
Predikat pemain termuda disabet oleh Marcus Raford (31/10/1997)

2. “TER”TUA
Gabor Kiraly (GK, Hungaria) menyandang gelar pemain paling senior dari segi usia yang lahir pada
01/04/1976, termasuk pemain yang pertama kali berusia 40 tahun di Piala Euro 2016.

3. “TER”tinggi
Dengan tinggi 2,03 meter menempatkan Costel Pantilimon (Rumania, GK) sebagai pemain tertinggi di Piala
Eropa.

4. “TER”pendek
Lorenzo Insigne dari Italia, FW menyandang pemain dengan badan terpendek dengan tinggi hanya 1,63 meter.

Sambut Piala Eropa, Pogba Siapkan Gaya Rambut Baru

Pertandingan antara Prancis menghadapi Rumania bakal resmi membuka turnamen Piala Eropa 2016. Penggawa Les Bleus Paul Pogba pun telah mempersiapkan gaya rambut baru.

Prancis bakal melawan Rumania di Stade de France, Sabtu (11/6/2016) dinihari WIB nanti. Ini adalah awal dari keseluruhan 34 laga di fase grup turnamen.

Sebagai tuan rumah, Tim Ayam Jantan bakal berupaya mengulangi pencapaiannya di tanah sendiri sebelum ini dimana mereka dua kali menjadi jawara Piala Eropa dengan satu di antaranya ketika tampil di negeri sendiri, juga juara Piala Dunia 1998 yang didigelar di Prancis.

Pobga yang merupakan salah satu tumpuan Prancis tentu juga ingin memperlihatkan aksi di atas lapangan. Disamping itu dirinya juga bakal pamer gaya rambut baru.

Dikenal sebagai orang yang senang gonta-ganti gaya rambut, gelandang milik Juventus tersebut membentuk, dan mengecat, sisi kanan rambutnya menyerupai pola-pola ayam jantan Galia yang tak lain adalah simbol (tak resmi) negaranya. Pola itu tersambung ke sejumput rambut depan yang diberi warna merah.

Pola itu hanya menghabiskan sisi kanan saja dari rambut di kepalanya. Lalu bagaimana dengan sisi lainnya? Sisi sebelah rambut kepala Pogba ternyata membentuk nama pesepakbola bersangkutan.

Prediksi Skor Albania vs Swiss Piala Eropa 11 Juni 2016

Salah satu laga yang tidak kalah seru tersaji dari pentas Piala Eropa 2016 akhir pekan ini saat Albania bentrok dengan salah satu tim kuda hitam, Swiss. Stade Bollaert-Delelis bakal jadi saksi pertarungan keduanya pada 11 Juni 2016. Berikut ini prediksi Albania vs Swiss.

Albania

Berada di grup sulit pada Piala Eropa 2016 membuat Albania wajib tampil lebih baik dari sebelumnya. Ini merupakan kali pertama mereka bermain di ajang Piala Eropa. Kendati tak diunggulkan, Albania tetap menyimpan bahaya torehan mengejutkan saat mereka keluar sebagai runner up grup I menyingkirkan Denmark dan Serbia.

Swiss

Sementara peluang Swiss untuk bisa meraih tiga angka di laga perdana sangat terbuka. Lantaran di partai selanjutnya lawan yang dihadapi lebih berat, maka Swiss dituntut tampil sempurna kali ini. Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, Swiss meraih empat kemenangan dan sekali imbang.

Head To Head :
12/10/13 Albania 1 – 2 Switzerland
12/09/12 Switzerland 2 – 0 Albania
12/06/03 Switzerland 3 – 2 Albania
13/10/02 Albania 1 – 1 Switzerland
01/01/70 Switzerland 1 – 0 Albania

Lima Pertandingan Terakhir Albania :
04/06/16 Albania 1 – 3 Ukraine
29/05/16 Albania 3 – 1 Qatar
30/03/16 Luxembourg 0 – 2 Albania
26/03/16 Austria 2 – 1 Albania
17/11/15 Albania 2 – 2 Georgia

Lima Pertandingan Terakhir Swiss :
03/06/16 Switzerland 2 – 1 Moldova
28/05/16 Switzerland 1 – 2 Belgium
30/03/16 Switzerland 0 – 2 Bosnia-Herzegovina
26/03/16 Republic of Ireland 1 – 0 Switzerland
18/11/15 Austria 1 – 2 Switzerland

Prediksi Albania vs Swiss, Susunan Pemain :

Albania : E.Berisha, L.Cana, E.Hysaj, M.Mavraj, A.Lila, E.Kace, E.Lenjani, A.Abrashi, B.Kukeli, B.Balaj, S.Cikalleshi

Swiss : M.Hitz, S.Lichsteiner, R.Rodriguez, F.Schar, S.Widmer, G.Fernandes, V.Behrami, B.Dzemaili, P.Kasami, A.Mehmedi, H.Seferovic

Prediksi Skor Albania vs Swiss Piala Eropa 11 Juni 2016 : 1 – 1